Kutafsir perjalanan waktu
dari detak jarum, dari dentum jam
bahwa cinta adalah keabadian dalam kesementaraan.
Aku hanya ingin mencintainya dengan sepenuh hati
seperti mentari yang memberikan sepenuh sinarnya kepada bumi.
Dan sampai ketika aku melihat diriku dikalahkan oleh malam
Some nights I lie in bed and think about the things I wish I could say to him.
Jika penantian ialah perihal perputaran jarum jam
maka ingin kurusak saja waktu agar tidak ada hitungan untuk merindukannya
Kadang aku selalu berfikir
kalo hidup itu seperti kopi dan cinta
ia lah seseorang yg merelakan lidahnya untuk menanggung rasa pahitnya.
dan di pagi ini semoga apa yang aku semogakan menjadi kenyataan.
Jika kamu benar-benar cinta jangan tunggu hujan membasahinya,
sebab ia akan menggigil meskipun kamu berhasil memayunginya.
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar